Storytelling untuk Kepemimpinan

“The artful creation and articulation of stories… [help] individuals to think and feel about who they are, where they come from, and where they are headed….”

Howard Gardner: Leading Minds.

 

The story is a prime method leaders use to convince other people of certain viewpoints or visions.

taken from John Pisapia, Manuevering Tactics (www.thestrategicleader.org)

 

 

 Storytelling sebagai alat menyampaikan tuntunan

 

Storytelling atau bercerita adalah salah satu kemampuan dasar yang dimiliki setiap orang. Storytelling memiliki banyak manfaat, misalnya untuk kepentingan hiburan, meningkatkan keakraban antara orang tua dan anak, menstimulasi bawahan agar bertindak sesuai dengan kemauan atasan dan lain-lain.

 

Howard Gardner, dalam kutipan di atas, menegaskan bahwa kreasi dan artikulasi seni dari bercerita, dapat membantu tiap-tiap orang untuk berfikir dan merasakan hakikat diri-nya. Storytelling dapat menyadarkan kita tentang siapa kita, darimana kita berasal serta kemana (arah) tujuan (hidup) kita.

 

Bercerita, dengan demikian adalah bagian utama dari sebuah pengajaran. Secara dogmatis, Agama, melalui kitab suci masing-masing agama, menyampaikan pesan tentang moral, tuntunan, hak dan kewajiban melalui cerita. Cerita, tanpa disadari, menguatkan argumentasi tuntunan, ajaran agama, untuk dipatuhi oleh penganutnya, yang membedakan, karena dogmatis, cerita dalam penyampaian pesan agama, harus didasari oleh keyakinan, atau kepercayaan penganutnya (iman) atas kebenaran isi serta pesan yang dibawa oleh cerita tersebut.

 

Perkataan TUHAN YME, Rasul atau pun Nabi, yang disampaikan kepada kita, tidak pada masa yang sama dengan masa saat kita mengetahui, menyadari atas hal-hal tersebut, secara alamiah, akan kita sebut sebagai cerita, yang bersifat tuntunan. Penafsiran atas tuntunan, adalah cara tiap-tiap kita merefleksikan pemahaman, bahkan kemauan kita untuk meyakini tuntunan ajaran tersebut.

 

 

Storytelling vital bagi kepemimpinan

 

Seorang pemimpin yang baik, berdasarkan pendapat John Pisapia akan menggunakan cerita atau bercerita sebagai alat utama mereka untuk menyampaikan dan menyakinkan orang lain, tentang visi dan misinya. Dengan storytelling, pemimpin dapat menyampaikan visi dan tujuan yang ingin ia capai,bersama-sama dengan orang-orang yang ia pimpin. Pemahaman pekerja dalam sebuah organisasi manajemen tentang visi dan pemikiran pemimpinnya, mutlak diperlukan, agar para pekerja, dapat mengoptimalkan potensi mereka, secara bersama-sama dan mandiri, membangun organisasi atau korporasi yang baik, sesuai dengan visi sang pemimpin.

 

Tentu, harus diakui, storytelling tidak dapat berdiri sendiri, cerita yang baik, terutama untuk menyampaikan visi dan meyakinkan audiens atas pesan yang disampaikan, harus diikuti dengan tindak-tanduk, aktivitas yang  mendukung, agar cerita itu sesuai dengan keseharian yang diinginkan sang pemimpin.  Dalam manajemen, terutama untuk para pemimpin, bercerita adalah alat yang harus sesuai dengan tindak-tanduk sang pemimpin dalam memimpin organisasi. Apabila kesesuaian ini hadir, maka, keyakinan, ketaatan pekerja, anggota dalam organisasi dapat diharapkan timbul guna mencapai tujuan bersama.

 

Storytelling adalah seni bercerita, karena itu, pengetahuan, ketrampilan serta keinginan untuk terus-menerus berlatih, adalah pijakan pokok untuk menguasai storytelling. Penguasaan storytelling yang baik, akan berguna bagi siapa pun juga, terutama apabila ia ingin mempengaruhi seseorang secara pribadi atau mempengaruhi organisasi yang ia pimpin.

 

 

Ikuti, pelajari dan kembangkan selalu kemampuan bercerita Anda. Ikuti, untuk pertama kalinya di Surabaya, Storytelling Training, 15 Desember 2013, di Mangkunegara Hall, Hotel NARITA, Jl. Barata Jaya XVII no 57 – 59, Surabaya. Bersama Ka Ucon, Professional Storyteller dan Afzon Dakka (IMC Consultant /Positive Chaos Communications) . Pelajari, kembangkan kemampuan alamiah Anda dalam bercerita.

Investasi  Rp.635.000 perorang. HARGA SPESIAL, 310 RB/ORANG hanya tersisa untuk 25 SEATS, SIAPA CEPAT, DIA DAPAT!

Cukup SMS dengan format sebagai berikut :

Nama Anda#Entertaining Empowering#15 Desember 2013 ke 0819 3238 3339

contoh :

Afzon Dakka#Entertaining Empowering#15 Desember 2013, dikirim ke 0819 3238 3339.

Salam Bahagia Penuh Keberlimpahan bagi Anda semua, Amin

 

Catatan : Acara untuk di Surabaya telah dilaksanakan pada tanggal tersebut, untuk acara selanjutnya, apabila jadwal tersedia, akan kami sampaikan, untuk  konsultasi tentang hal ini (free) silakan menghubungi kami di :

afzon_dakka@entertainingempowering.com mohon di cc-kan ke afzon.imc.consultant@gmail.com dan afzon_dakka@yahoo.co.uk  terima kasih.

 

2 thoughts on “Storytelling untuk Kepemimpinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *